Manaqib Al-Habib Husin bin Ahmad Baraqbah
Manaqib Al-Habib Husin bin Ahmad Baraqbah
Pengertian Manaqib
Didalam kitab al-Iqtibas Min al-Qirthas disebutkan : “Sebaik-sebaik amal adalah membukukan, menyebarluaskan dan mengikuti jejak hidup orang-orang shaleh yang telah dianugerahi karunia besar oleh Allah dengan pengabdian yang luar biasa, mereka dijadikan sebagai para Imam yang perlu diikuti jejak hidupnya.”
Kata “Manaqib” artinya ialah : “Riwayat Hidup”. Dalam penggunaannya biasanya banyak dikaitkan dengan sejarah kehidupan seseorang yang dikenal sebagai tokoh dalam masyarakat, seperti tentang perjuangannya, akhlaknya, silsilahnya dan lain sebagainya.
Di dalam Kamus Al-Munjid, halaman 630, kata “Manaqib” diambil dari kata “manaqibul insan” yang diartikan :
مَا عَـرَفَ بِـهِ مِنَ الْخِـصَالِ الْحَمِيْدَةِ وَاْلاَ خْلاَقِ اْلـجَمِيْلَةِ
“Apa yang dikenal pada diri manusia tentang budi pekertinya yang terpuji dan akhlaknya yang baik.”
Allah menjadikan kisah-kisah orang shaleh sebagai pelajaran untuk mengokohkan iman dan sebagai contoh, suri tauladan bagi orang-orang yang ingin mengikuti jalan petunjuk-Nya, karena itu Allah berfirman :
وَكُلاًّ نَـقُصُّ عَـلَيْكَ مِنْ أَنْـباءِ الرُّسُلِ مَا نُـثَبِّّتُ بِـهِ فُـَؤادَكَ ...
“Dan semua kisah dari Rasul-rasul Kami ceritakan kepadamu, ialah kisah-kisah yang dengannya Kami teguhkan hatimu…” (QS. Hud : 120 )
Selanjutnya Allah SWT berfirman :
ومن ابـا ئـهم وذريـا تـهم و اخوا نـهم واجـتبـيناهم وهديـناهم الى صراط مستـقيم. ذلك هدى الله يـهدى بـه من يشاء من عـباده
“Dan Kami lebihkan (pula) derajat sebagian dari bapak-bapak mereka, keturunan mereka dan saudara-saudara mereka. Dan Kami telah memilih mereka (untuk menjadi Nabi-nabi dan Rasul-rasul) dan Kami menunjukki mereka ke jalan yang lurus. Itulah petunjuk Allah, yang dengannya Dia memberi petunjuk kepada siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya. (QS. Al An’am : 87 – 88)
Didalam kitab “Aslu Risalah” karya Al-Imam Al-Qusyairi disebutkan bahwa, Abul Husain bin Al-Banan berkata : “Seorang tidak dapat mengagungkan kedudukan para Wali, kecuali jika orang itu mempunyai kedudukan di sisi Allah SWT.”
Seorang Shaleh berkata : “Seorang yang selalu memperhatikan sejarah hidup orang-orang shaleh dan para wali, maka hal itu menimbulkan keinginan untuk mencapai kedudukan yang tertinggi disisi Allah dan sekaligus akan timbul keinginan untuk mengejar kekurangan dan keterbatasannya, hingga ia dapat meraih kedudukan tinggi seperti yang dicapai oleh orang-orang shaleh terdahulu.” Syeikh Syarifudin didalam kitabnya “Al-Lathifatul Mardhiyah” berkata : “Seorang yang diberi cahaya petunjuk oleh Allah, jika disebutkan kepadanya sebagian kecil dari sifat-sifat para wali terdahulu, maka hatinya akan tertarik kepadanya dan segera akan timbul rasa cinta kepada mereka.”
Al-Imam Hujjatul Islam Al-Ghozali telah berkata : “Barang siapa yang tidak dapat menjadi seorang wali dari wali-wali Allah, maka hendaklah ia mencintai wali-wali Allah dan mengimani (keberadaan) mereka, semoga ia nanti akan dihimpun bersama orang yang ia cintai.”
Nabi SAW bersabda : “Sesungguhnya jika seorang telah ridha dan senang mengikuti petunjuk dan amalan seorang yang shaleh, maka ia akan semisal dengannya dan seseorang yang mencintai sekelompok orang, maka akan dikumpulkan bersama mereka, sebab seorang akan dikumpulkan bersama dengan orang-orang yang dicintai.”
Didalam Shahih Bukhari disebutkan ada seorang laki-laki bertanya kepada Nabi SAW : “Bilakah tibanya hari kiamat?” tanya Beliau : “Apakah yang telah engkau siapkan untuk menghadapinya?”. Jawab laki-laki itu : “Aku tidak menyiapkan apapun untuk menghadapinya, selain hanya mencintai Allah dan Rasul-Nya”. Rasul SAW menjawab : “Engkau akan dikumpulkan dengan orang yang engkau cintai.”
Diantara faedah dari mencintai orang-orang shaleh adalah seperti yang diungkapkan oleh Syeikh Abu Shaleh Hamdun bin Amara Al Qishar An Naisaburi : “Barang siapa yang mempelajari sejarah hidup orang-orang shaleh terdahulu, maka ia akan mengetahui segala kekurangannya dan ketinggalannya dan orang-orang yang telah berhasil meraih kedudukan tertinggi.”
Sedangkan bagi orang-orang yang membenci dan memusuhi para wali Allah, maka Allah akan mengumumkan perang kepadanya. Hal ini sebagaimana Sabda Nabi SAW :
ان الله تـعلى قال: من عاد لى وليا فـقد أذنـته بالحرب… (رواه البخارى)
“Sesungguhnya Allah Ta’ala berfirman : Siapa memusuhi Wali-Ku, Aku umumkan perang kepadanya...”
Berkaitan dengan uraian diatas, pada kesempatan ini disampaikan manaqib atau riwayat hidup sosok seorang ulama, adda’I ilallah, aulia Allah yaitu Al-Habib Husin bin Ahmad Baraqbah yang berdakwah di Indonesia khususnya di Kota Jambi pada abad ke 12 Hijriah (18 Masehi).
Joomla!
Congratulations! You have a Joomla! site! Joomla! makes it easy to build a website just the way you want it and keep it simple to update and maintain.
Joomla! is a flexible and powerful platform, whether you are building a small site for yourself or a huge site with hundreds of thousands of visitors. Joomla is open source, which means you can make it work just the way you want it to.
Beginners
If this is your first Joomla site or your first web site, you have come to the right place. Joomla will help you get your website up and running quickly and easily.
Start off using your site by logging in using the administrator account you created when you installed Joomla!.
Professionals
Joomla! 1.7Â continues development of the Joomla Framework and CMS as a powerful and flexible way to bring your vision of the web to reality. With the administrator now fully MVC, the ability to control its look and the management of extensions is now complete.
Upgraders
If you are an experienced Joomla! 1.5 user, this Joomla! site will seem very familiar. There are new templates and improved user interfaces, but most functionality is the same. The biggest changes are improved access control (ACL) and nested categories. This release of Joomla! has strong continuity with Joomla! 1.6 while adding enhancements.

